Kamis, 22 Januari 2015

UKB ( Usaha Kelompok Bersama ) pada kerajinan tangan

JAKARTA-Sebanyak 1.160 Kelompok Usaha Bersama (Kube) akan ditingkatkan menjadi koperasi. Nantinya, seluruh koperasi tersebut akan menjadi binaan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) dan tidak lagi mendapatkan bantuan dana dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan, sebesar 1.160 Kube status kelembagaannya meningkat Tidak semuanya akan menjadi koperasi, tapi digabung sesuai lokasinya. "Kube satu kelompok 10 orang. Sementara Koperasi minimal 20 orang. Makanya, nanti digabung supaya jadi 20 orang. Nanti mereka diseleksi Kemenkop dan UKM. Tidak mungkin semua dikoperasikan," ujarnya usai penandatangan MoU antara Kemensos dan Kemenkop dan UKM di Jakarta kemarin, (25/2).

Koperasi KUBE ini, lanjut Salim, bisa menjadi sarana untuk membangun tolong menolong, peduli dan berbagi, prinsipnya dari dan oleh masyarakat "Semoga dengan MoU ini Insya Allah mereka yang sudah sukses semakin meningkat Kita sangat optimistis dengan adanya kerja sama ini," tandasnya

MoU itu, kata Salim, merupakan langkah yang cukup bagus agar mereka yang gabung dalam kelompok ini bisa meningkat. Rencananya dalam upaya peningkatan koperasi KUBE itu, setiap kelompok usaha yang terdiri dari 10 Kepala Keluarga (KK) akan diberikan dana bantuan berupa hibah senilai Rp 20 juta. "Karena sifatnya hibah, jadi tidak ada jaminan, dan dana ini diperuntukkan bagi warga miskin agar bisa mendiri dalam finansial," pungkasnya

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan, mengatakan, dengan naiknya status kelembagaan 1.160 Kube membuat jumlah koperasi bertambah. Saat ini, jumlah koperasi seluruh Indonesia mencapai 194.344 unit Target tahun ini tembus di angka 200 ribu.

"Kemensos yang membuat target kami tercapai," katanya.

Menurutnya, ada berbagai versi koperasi yang disiapkan. Nanti koperasi baru tersebut akan difasilitasi apakah mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), dana bergulir, dan kredit komersial. "Tingkatannya ada. Kita melakukan pembinaan dan pelatihan. Kalau dari Kube naik, jadi koperasi kita arahkan dapat KUR. Kalau sudah bagus kita naikkan untuk dapat dana bergilir. Kalau sudah bagus lagi dapat kredit komersial," paparnya.

UKM ( Usaha Kecil dan Menengah )


POPULASI usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2011, jumlahnya sekitar 646.475 unit. Masih kalah jauh dibandingkan dengan populasi usaha mikro yang jumlahnya mencapai 54.559.969 unit.
Dari jumlah UKM tersebut,sebagian besar belum melek teknologi informasi (TI) alias gaptek (gagap teknologi). Karena bagi mereka investasi di bidang TI masih dirasa memberatkan, sebab memerlukan biaya cukup mahal dan tenaga kerja yang handal. Padahal jika mereka mengadopsi TI maka peluang pertumbuhannya akan bisa menyamai akselerasi usaha besar.
Salah satu perkembangan teknologi informasi yang diharapkan dapat membantu dalam perkembangan UKM adalah teknologi cloud computing (komputasi awan). Teknologi komputasi awan penggabungan pemanfaatan teknologi komputer (computing) dan pengembangan aplikasi berbasis internet (awan/cloud). Dengan cloud computing akan menjadikan bisnis lebih efisien, karena pelaku usaha hanya perlu membayar sesuai dengan apa yang digunakan. Pelaku usaha tidak perlu mengeluarkan biaya pembelian yang besar dan tanpa biaya pemeliharaan karena fungsi tersebut telah dilakukan oleh pengelola layanan cloud.
Selain itu komputasi awan juga memberi kemudahan bagi penggunanya untuk dapat mengakses data melalui berbagai jenis perangkat (komputer, notebook, tablet, smartphone) yang terkoneksi dengan jaringan internet. Kemudahan yang ditawarkan teknologi cloud computing ini akan memungkinkan bagi pelaku usaha untuk lebih memfokuskan diri pada bisnis intinya, bukan pada pengelolaan infrastruktur TI.
Sejauh mana para pelaku UKM di Indonesia telah memahami tentang teknologi cloud computing dan manfaatnya bagi usaha mereka? Berdasarkan hasil riset MARS Indonesia pada tahun 2012 lalu di 8 kota besar di Indonesia (Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Medan, dan Makassar) dengan jumlah 1.718 responden menunjukkan bahwa jumlah pelaku UKM yang telah mengetahui tentang cloud computing masih sangat kecil, yaitu 2,6% saja.